Apakah Anda pernah melihat lantai di suatu bangunan yang begitu mengkilap namun tetap kuat dan tidak mudah tergores? Bisa jadi, lantai tersebut menggunakan lapisan resin di bagian permukaannya.
Memang, penggunaan resin dalam proyek bangunan sudah bukan perkara baru. Kemampuan resin memberikan tampilan lantai yang lebih mengkilap dan bening tentu membuat orang banyak yang ingin mencobanya. Tidak hanya itu, resin juga kerap digunakan untuk kerajinan, termasuk membuat meja dengan paduan kayu yang unik.
Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa jenis resin dan juga fungsinya. Penasaran dengan ragam jenis resin tersebut? Simak ulasannya!
Ragam Jenis Resin dan Fungsi Resin Untuk Diketahui
Secara singkat, resin adalah getah atau eksudat yang dihasilkan oleh beragam tumbuhan. Umumnya, getah tersebut didapatkan pada pohon dengan jenis conifer. Material ini dipilih karena mampu menjadi perekat dan juga pelapis yang memberikan kesan lebih mengkilap.
Sebagaimana disinggung di awal, ada beberapa jenis resin dengan fungsi berbeda yang perlu diketahui. Beragam jenis resin tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Resin Epoxy
Resin epoxy adalah salah satu jenis resin yang paling banyak digunakan. Di dalam resin ini terdapat kandungan gugus epoxide di mana membuat resin epoxy memiliki ketahanan panas yang sangat baik. Tidak hanya itu, sifat adhesi dari resin ini pun cukup kuat.
Dalam penggunaannya, resin epoxy digunakan pada beberapa keperluan yang berbeda. Beberapa hal yang menggunakan resin epoxy adalah sebagai pelapis lantai, laminasi, dan lainnya. Hanya saja, karena sifatnya yang sangat kuat, resin epoxy tersedia dengan harga yang cenderung lebih mahal.
Minta Penawaran Harga dan Survey Gratis
2. Resin Polyester
Jenis resin lain yang tersedia di pasaran adalah resin polyester. Jenis resin yang satu ini terbentuk dari adanya reaksi asam organik basa serta alkohol polyhedral. Uniknya, resin polyester memiliki sifat yang cenderung sangat fleksibel.
Selain itu, resin polyester memiliki ketahanan terhadap api, panas dan bahan kimia yang sangat baik. Oleh karenanya, jenis resin ini banyak digunakan untuk laminasi, konstruksi, komponen kapal dan pesawat, aksesoris dekoratif dan lainnya. Dari segi harga, resin polyester tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.
3. Resin Alkyd
Resin alkyd adalah jenis resin polyester termoplastik. Resin ini terbentuk dikarenakan adanya pemanasan asam poly-basis dan alkohol polyhedral.
Di pasaran, resin alkyd tersedia dengan harga yang cenderung cukup terjangkau. Meskipun demikian, resin alkyd memiliki ketahanan kimia dan juga sifat listrik serta termal yang sangat baik.
Nah, dalam penggunaannya, jenis resin ini diterapkan untuk keperluan isolasi listrik, cat, pengisi dempul dan lainnya.
4. Resin Phenolic
Resin phenolic adalah jenis resin yang sangat kuat, tahan terhadap benturan dan juga panas. Selain itu, resin phenolic juga dilengkapi dengan ketahanan yang cukup tinggi terhadap korosi kimia atau masalah kelembapan.
Tidak hanya memiliki ketahanan yang luar biasa, resin phenolic juga memerlukan tahap pengerjaan yang cenderung mudah. Umumnya, resin phenolic diterapkan pada komponen listrik, lapisan rem, perekat untuk semen, laminasi dan lainnya.
5. Resin Akrilik
Resin akrilik dibentuk dari paduan asam met-akrilat, asam akrilat dan senyawa terkait lainnya. Dengan bahan yang digunakan tersebut, resin akrilik memiliki karakteristik yang cenderung tahan pada benturan dan juga memiliki perlindungan yang baik dari paparan sinar UV.
Lalu, apa kegunaan dari resin satu ini?
Dalam penggunaannya, resin akrilik digunakan untuk cukup banyak hal yang berbeda. Beberapa diantaranya adalah sebagai pelapis tanda, ubin yang tebus cahaya, lapisan panel struktural dan lainnya.
6. Resin Up-cast
Jenis resin lain yang cukup banyak pula ditemukan di toko kimia adalah resin up-cast. Umumnya, resin yang satu ini ditandai dengan nomor seri 108 dan 3126.
Meskipun cukup populer, sayangnya, resin ini memiliki sifat yang tampak agak buram. Tidak hanya itu, ketika terkena paparan sinar UV, maka warna resin ini akan berubah menjadi kekuningan.
Dalam penggunaannya, resin ini digunakan untuk melapisi kerajinan yang cenderung tipis. Selain itu, resin up-cast juga bisa dicampur dengan pewarna dan digunakan untuk melapisi perahu ataupun bangku untuk taman.
7. Resin Polyurethane
Resin polyurethane adalah jenis resin yang terbentuk dari campuran polyol dan juga isosianat. Nah, resin ini cenderung cukup unik dengan elastisitas lapisan yang tipis serta daya rekat yang cenderung cukup tinggi.
Tidak hanya itu, resin polyurethane bisa dicampur dengan resin sesuai keperluan dan tujuan yang berbeda. Umumnya, resin polyurethane ini digunakan sebagai elastomer, perekat ataupun lapisan busa untuk pakaian.
Beberapa jenis resin di atas banyak tersedia di pasaran. Tentu, Anda bisa menggunakan resin tersebut untuk keperluan bangunan seperti melapisi lantai.
Nah, untuk Anda yang perlu bantuan terkait penggunaan resin sebagai pelapis lantai, Anda bisa menggunakan layanan yang disediakan oleh Pilar Epoxy yang sudah berpengalaman hampir 20 tahun lamanya, serta memiliki garansi 12 bulan.
Minta Penawaran Harga dan Survey Gratis