Anda tidak perlu ragu lagi untuk meningkatkan kualitas dari bangunan yang dimiliki dengan mengecat lantai dan dindingnya. Pilihan tersebut sudah tepat untuk membuat tampilan rumah menjadi lebih menarik, sekaligus menghemat biaya.
Mengecat Lantai Memakai Epoxy
Sebagian orang memang lebih suka untuk mengecat rumahnya sendiri, dibandingkan meminta bantuan orang lain atau jasa pengecatan epoxy tertentu. Pilihan tersebut juga dapat berdampak pada diri sendiri sebagai orang yang lebih aktif, kreatif, dan bersikap dinamis.

Dalam pengecatan yang dilakukan, Anda tidak akan memakai cat dinding biasa, melainkan epoxy. Mengapa harus epoxy, padahal belum dikenali atau rasanya tidak familiar? Dengan jenis cat tersebut, Anda dapat memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.
Itu artinya epoxy sangat berkualitas dan unggul untuk melapisi lantai rumah yang tadinya biasa-biasa saja, menjadi jauh lebih cantik. Anda juga bisa membayangkan lantai restoran yang semula polos, dapat menjadi lebih elegan dan kinclong karena peran dari epoxy lantai.
Namun, tidak hanya diterapkan pada restoran atau rumah Anda, epoxy memang dapat digunakan untuk beragam bangunan. Sekolah, gedung, pabrik, lapangan olahraga, bahkan rumah sakit memanfaatkan epoxy untuk memperkokoh lantainya.
Jika tidak dilakukan oleh ahlinya, pengecatan harus mengikuti beberapa tahapan dan cara-cara tertentu untuk mencapai keberhasilan. Anda sebagai pemilik rumah perlu untuk memahami langkah yang hendak ditempuh selanjutnya.
Perlu diketahui bahwa lantai yang akan dilapisi oleh cat epoxy adalah lantai beton yang juga kokoh dan kuat. Sebenarnya, Anda juga bisa menerapkan cat tersebut pada keramik. Namun, hasilnya akan memiliki banyak kekurangan karena keramik yang licin, harus diatasi terlebih dahulu oleh jasa profesional.
Lantai rumah yang sudah diaplikasikan dengan cat tersebut dapat dibersihkan kembali, sehingga Anda tidak akan bosan. Warna yang membuat jenuh atau dirasa tidak pas dapat diganti dengan melakukan pengecatan ulang.
Namun, hal tersebut akan lebih memakan biaya, proses, dan tentunya waktu. Jadi, perhatikan dengan baik langkah-langkah dan solusi dari pengecatan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Cara Mengaplikasikan Cat Pada Lantai Bangunan
Pastikan lantai beton yang akan diaplikasikan dengan cat sudah tepat atau sesuai. Lantai harus kokoh untuk menerima beban yang dapat membuatnya amblas atau mengalami penurunan.

Beton yang digunakan dapat mencapai standar 225 kg/cm² dengan aturan kelembaban 80% RH yang akan dipastikan saat proses pengaplikasian dilakukan. Dasar lantai tidak boleh memiliki permukaan yang bergelombang atau tidak rata.
Jika permukaan lantai miring, cat yang dipakai dapat mengalir ke permukaan yang lebih rendah dan berkumpul di sana. Lakukan pengosongan area dengan menyingkirkan barang-barang yang akan ditempatkan pada area lain.
Hal ini dapat sangat membantu proses pengecatan menjadi lebih cepat dan rata pada setiap permukaan lantainya. Setelah itu, lakukan pengupasan lantai yang bukan berarti mengupas lantai langsung, secara besar-besaran.
Lantai akan dikikis atau diamplas untuk membuat pori-porinya terbuka, sehingga hasil dari pengecatan menjadi lebih maksimal. Alat yang digunakan berupa water jetting, diamondize scrubber, atau great-blasting untuk memperoleh hasil yang sama.
Permukaan lantai akan menjadi lebih kasar untuk menerima cat epoxy yang menempel. Selain itu, proses ini juga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan noda dan bakteri yang membandel pada lantai.
Lakukan pembersihan lantai dengan campuran air dan sabun untuk kotoran berbahan kimia. Prosedur dapat dijalankan secara intensif, kemudian gunakan vacuum cleaner setelah debu maupun kotoran menjadi kering.
Jangan lupa untuk memakai atau mengaplikasikan lapisan primer. Lapisan ini sangat penting untuk diperhatikan jika Anda menginginkan permukaan lantai yang kuat dan tahan lama sampai bertahun-tahun.
Pastikan roller yang dipakai untuk pengaplikasiannya tidak rontok pada bulu-bulunya dan biarkan lapisan mengering selama 24 jam. Saat proses pengeringan, buka jendela atau pintu bangunan supaya aroma menyengat yang timbul dapat teratasi dan tidak mengganggu Anda.
Jika sudah, lakukan pengaplikasian base coat, body coat, dan top coat yang masing-masing memiliki metode sendiri. Setelah lapisan primer dituangkan, lapisan finishing boleh untuk dikerjakan dan prosesnya sama dengan proses di awal kerja.
Pastikan kembali bahwa tidak ada kotoran yang bersarang di permukaan lantai, tempat pengecatan berlangsung. Lakukan prosedur untuk melihat hasilnya saat permukaan lantai mengering sempurna.
Apa yang Membuat Pengaplikasian Gagal?
Setiap prosedur pengecatan yang dilakukan tidak luput dari yang namanya kesalahan. Masalah atau kesalahan yang ada dapat diatasi dengan mudah jika Anda sudah mengetahui caranya.
Masalah yang sering dihadapi ketika melakukan pengecatan epoxy adalah soft spot atau sticky. Masalah tersebut disebabkan oleh pencampuran kedua bahan epoxy yang tidak tepat atau tidak sesuai takaran.
Epoxy akan menjadi lebih lengket dan berbintik, sehingga sudah sulit untuk menyebar sampai ke semua bagian permukaan. Proses curing juga dianggap cukup merepotkan dan memakan waktu yang cukup lama.
Pastikan untuk tidak melakukan pencampuran antara hardener dan resin tidak lebih dari lima menit. Aduk rata dan jangan sampai sisa-sisanya masih menempel, kemudian gunakan alat bantu untuk mengarahkan prosesnya.
Ragu untuk mengecat rumah sendiri? Itu berarti Anda masih membutuhkan jasa epoxy lantai berpengalaman, Pilar Epoxy. Anda dapat melakukan konsultasi, memperoleh garansi, dan hasil yang memuaskan setelah cepatnya proses pengecatan lantai dalam beberapa hari.
Minta Penawaran Harga dan Survey
Telp : 0811-8677-782 atau Email : marketing@pilarutamaepoxy.com